Hawking Tidak Percaya Bahwa Ada Tuhan Secara “Personal”

by Ali Syarief
Suatu hari di Sydney, lupa tahunnya, saya menyaksikan seorang pendeta Kristen dari Amerika, berhotbah didepan ratusan jamaahnya. Dia sedang merencanakan pembangunan stasiun Telivisi sendiri. Kemudian si Pendeta, menyampaikannya kepada jamaah, supaya bisa turut menyumbang sekemampuannya. Ketika di hitung pernyataan sumbangan yg didapat, ternyata jauh melampaui jumlah yang ia perkirakan. Lantas si Pendeta itu langsung berteriak kepada jemaah begini : “look at that. HE is here. HE heard you. Ask HIM a lot what do you want from here. HE is here…”, dan seterusnya.

Maksudnya, Tuhan sedang berada di sekitar mereka. Jadi segeralah minta apapun yang anda inginkan. Mungpung Tuhan bersamanya saat itu. He he he saya tertawa dan geli mendengarnya, sementara audience sangat terhipnotis dengan khotbah si pendeta. Sampai akhirnyanya si Pendeta bilang lagi ; “anda boleh menulis lagi jumlah donasi, bila ingin anda tambah”, dan ramai ramailah jamaah menyatakan tambahan sedekahnya. Karena si Pendeta juga bilang :”he healed you”..Dia menyembuhkan kalian…Heal!!!!

Itu gambaran kalau Tuhan itu di personafikasikan sebagai seseorang, pantas kalau Hawking mengaku tidak percaya bahwa ada Tuhan secara “personal.”

Advertisements

Melakukan Hubungan Sex Di Bulan Ramadhan

by Ali Syarief

Asalnya selama bulan Ramadhan itu dilarang melakukan hubungan suami istri. Tetapi gumaman para sahabat terdengar oleh Muhammad SAW, kalau kalau mereka itu tidak dapat menahan diri dari menghampiri istri-istrinya itu. Maka turunlah ayat yang menghalalkan dilakukannya di malam hari.

Suatu hari Rosul kedatangan seorang sahabat, yang mengatakan, bahwa dirinya telah melakukan hubungan suami istri disiang hari. Kata Rosul, “kau harus bayar kifarat (hukuman), dengan dua bulan berpuasa beruturut-turut”. Sahabat lantas menjawab : “ Tuanku Rosul, jangankan dua bulan, satu bulan juga saya tidak tahan”, kilahnya. “Kalau begitu, kau kasih makan buka puasa untuk 60 orang fakir miskin”, tambah Rosul. “ Ya rosul, bagaimana mungkin saya bisa memberi makan buka puasa untuk 60 orang, saya tidak memiliki harta sebanyak itu”, cetusnya.

Rosul lalu mengambil makanan dan memberikannya kepada si sahabat itu. Sambil berkata; “kasihkan makanan ini, kepada fakir miskin untuk membayar kifaratmu”. Si Sahabat lantas menjawabnya :”ya rosul di desa ini tidak ada yang lebih miskin dari keluarga ku”, kilahnya. Apa kemudian kata Rosul : “ kalau begitu, makanlah makan itu bersama keluargamu”

Horeeeey

アリ。サリーフ

Moslem Itu Vegetarian

by Ali Syarief

Ada ayat didalam al-quran yang bunyinya begini “qulu halalan thayiban”, artinya makanlah makanan yang halal dan yang thayib. Halal kira-kira ngga ada babinya atau yang najis2 gitu deh. Tetapi kata “thayib”, mulsim Indonesia kalah cerdik dengan Muslim Malaysia. Di Malaysia Thayiban di artikan sebagai kata “healthy food”. Malah sudah menjadi opini dunia sekarang “halal food” artinya “healthy food”. Jadi business yang luar biasa saat ini, sebab healthy food sudah bukan issue agama lagi, melainkan issue global karena trend dan demand umat manusia saat ini. Sementara MUI, masih bicara urusan mengandung minyak babi atau tidak!!!.

Tapi terlepas dari itu semua, saya ingin menafsirkan bahwa thayiban itu, “healthy Food”, adalah makannan yang selayaknya dikomsumsi oleh manusia (sunnatullah). Apa itu? Mari kita analisis makhluk jenis apa manusia itu.

Kita bisa mengkatagorikannya kedalam dua jenis makhluk hidup. Satu, yaitu makhluk hidup pemakan daging-dagingan atau sering kita sebut sebagai Carnifora. Sedangkan yang kedua, makhluk yang biasa disebut sebagai makhluk herbifora, yaitu makhluk pemakan tumbuh-tumbuhan.

Manusia makhluk yang mana? Kalau dilihat kebiasaannya, manusia makhluk yang tidak jelas jenisnya, karena segala dimakan. Tetapi bila dilihat dari cirri-cirinya, seperti pada makhluk herbifora, cara ngunyahnya di giling, karena struktur giginya dan tidak ada`taringnya. Carnifora ada taringnya. Panjang usus pemakan tumbuh2an, seperti Gajah, Kerbau, Kuda, lebih panjang dari Singa, Anjing dan pemangsa daging lainnya. Cara minum, makhluk herbifora dihisap, sedangkan carnifora di jilat, dst.

Itulah sebabnya mengapa di agama Budha dan advent, dilarang makan-makanan yang bernyawa, karena memang sunatullahnya manusia itu adalah makhluk pemakan tumbuh2an. Jadi tafsir “thayiban” itu, bagi saya adalah vegetarian.

Gajah, Kuda, Kerbau vegetarian, makanya kuat.

アリ。サリーフ

Qiamat Menurut Dogma dan Science

by Ali Syarief

Kiamat asal kata dari bahasa arab “Yaumul Qiyamah” , yang arti sebenarya adalah Hari Kebangkitan Umat.  Kata lain yang menjelaskan qiamat adalah ”as-saa’ah”.  Kiamat adalah kehancuran alam semesta, kebinasaan semua makhluk, termasuk bumi dan langit, juga malaikat dan syaithan. Yang tersisa hanya Sang Pencipta. Dalam kepercayaan seorang Muslim, semua makhuk nanti dibangkitkan kembali dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sewaktu didunia (bagi manusia dan jin).

Saya menuding, asal idea atau fikiran terjadinya qiamat itu berasal dari keyakinan umat beragama. Konon ini di mulai sejak jaman Ibrahim. Saya ingin merujuk kepada ayat lain yang disampaikan Tuhan langsung kepada kita semua, tanpa melalui nabi-nabi, yaitu ayat2 kauniyah. Ketika gunung berapi meletus, maka hancur leburlah alam dan kehidupan disekitarnya. Lalu tumbuh dan kembalilah kehidupan baru. Pohon-pohon baru tumbuh dengan suburnya, lalu kembali binatang-binaang berdatang hidup secara sinergis. Itulah arti dari qiamat, yang aerti secara harfiahnya adalah “mendirikan” dan boleh juga memelihara atau menjaganya. Seperti arti dari dari qiamul laili.

Itu pemahaman dogmatis. Bagaimana menurut konsep keilmuan ? saya kutipkan dari Mbah Stephen, sbb : When I gave a lecture in Japan, I was asked not to mention the possible re-collapse of the universe, because it might affect the stock market. However, I can re-assure anyone who is nervous about their investments that it is a bit early to sell: even if the universe does come to an end, it won’t be for at least twenty billion years. By that time, maybe the GATT trade agreement will have come into effect.