Allahu Akbar itu Membesarkan atau Mengecilkannya

Kelihatannya membacakan “Allahu Akbar”, menjadi multi maksud. Ketika Moamar Gadhafi, tertembak, kemudian ditangkap dan meninggal, rakyat Lybia meneriakan yel-yelnya dengan “Allahu Akbar”. Waktu algojo arab pemancung kepala manusia menyelesaikan tugasnya, kemudian kepala manusia itu terkulai jatuh terpisah dari badannya, maka penonton juga membacakan “Allahu Akbar”. Ketika segerombalan manusia berseragam putih, menyerang tempat perjudian, perjinahan, hotel-hotel mesum, mereka juga berteriak-teriak sepanjang jalan dengan “Allahu Akbar”.

Cara membangunkan emosi massa dan menggalang kekuatan, seperti yang kita saksikan pada saat kampanye Pemilu atau Pilpres juga tak luput dari ungkapan Allahu Akbar. Ini Allahu Akbar untuk kepentingan Politik. Ketika FPI menggempur tempat-tempat maksait, dan menghancurkan masjid jamaah Ahmadiyah, juga dengan yel-yelnya “Allahu Akbar”. Ini Allahu Akbar untuk moral dan aqidah. Ketika Husni Mubaraak tertangkap, Sadam Hasen mati., rakyatnya juga meneriakan yel-yel “Allahu Akbar”. Ini Allahu Akbar untuk expressi kebahagiaan masyarakat.

Arti dari Allahu Akbar itu adalah Allah Maha Besar. Jadi maknanya, kalau kata Allahu Akbar itu dipaketkan dengan kata “ar rahman” (kasih-sayang), umpamanya, maka artinya menjadi Allahu yang  maha kasih sayangnya sangat besar. Contoh lain kalau Allahu Akbar itu diikuti dengan kata Al Gofur, maka artinya Allah yang maha besar ampunannya itu sangat besar. Dan seterusnya.

Apa Arti "Allahu Akbar", ketika dia mati ntertembak!?

Lalu apa maksudnya dan artinya, ketika Ghadafi tewas, lantas orang berteriak Allahu Akbar? Lalu apa maksudnya Amrozi dan Al Gufron,Cs, usai membunuh ratusan orang yang tak berdosa dan setiap kali dihadapkan di sidang pengadilan meneriakan yel-yel Allahu Akbar? Lantas kenapa pula ketika anggota FPI tawuran dan melakukan sweeping juga meneriakasn yel-yelnya Allahu Akbar!?.

Seingat saya waktu kecil, membacakan Allahu Akbar itu, ketika mau sholat, ketika adzan dan waktu takbiran dengan rendah riuh serta hidmat. “Walitukabirulah ala mahadakum”, dan besarkanlah Allah yang telah memberi petunjuk, al-qur’an..  Tafsirnya seluruh kehidupan dan  jiwa kita harus dikuasai sepenuhnya oleh kebesaran-Nya. Takut.  Sekarang sudah berubah. Kalimat “Allahu Akbar” itu, ada disetiap ranah kehidupan yang berbeda-beda kepentingan.

Entahlah!.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s