Isyarat Qur’an Pada Kejadian Alam

Pada suatu acara makan malam, aku kebetulan duduk dengan seorang dokter, salah seorang tokoh akhli jantung di Indonesia, DR. Demin Shen. Ia ramah, tersenyum dan sangat akrab dengan pasien. Banyak pasien yang ia tolong tanpa dibebani biaya yang wajar. Kita ngobrol kesana kemari, hingga akhirnya beliau berkata seperti ini : “Pak Ali, coba perhatikan kuping, hidung, mata dan anggota tubuh lainnya, bisa tumbuh dengan sangat harmony”. ” Mata tidak lebih besar dari muka, atau telinga tumbuh menutupi hingga hidung, walau tumbuh hingga 50 tahun usianya”, lanjutnya.

Pemahaman beliau itu, sama seperti yang tersirat pada salah satu ayat – surat di dalam al-qur’an yang artinya “Aku Ciptakan kalian itu dengan sebaik-baik bentuk (sempurna) – laqod kholaqnal insana fie ahsani taqwin”, surat Attien. Saya katakan juga itu kepada beliau, dan DR. Shen tersenyum, sambil terus memebedah ilmu anatomy tubuhnya.

Saya tidak dapat membayangkan, kalau DR. Shen tersebut dapat memahami ayat itu di padukan dengan keilmuan dalam bidang kedokteran yang ia kuasai. Takjub kali.

Bolehkan saya mengajukan pertanyaan, benarkah bahwa ayat alqur’an hanya akan bermakna kepada mereka yang menggunakan akal sehatnya? Sebagaimana banyak bertaburan ayat2 “afala ta’qilun”? Kepada siapa nida ayat itu ditujukan?

Akhirnya saya mengutip temen dokterku juga, yang mengatakan sbb : “Batas keyakinan sejati adalah pembuktian, karena bila hanya “percaya” artinya manusia belum melakukan apa-apa, dan biarkanlah ini sebagai caraku untuk mengenal Tuhanku “.