Ketika Islam Universal Menjadi Spesifik

Supaya tidak bertele tele memahami judul tulisan ini, saya ingin jelaskan di awal tulisan ini. Maksudnya agar tidak menyita waktu anda. Jadi begini, kan Islam itu difahami sebagai ajaran damai (rahmata lil alamin), cita kasih (arrahamanirrohiem), bersih Annadhopatu minal iman), akhlaqul karimah, dst, tetapi kemudian ketika nilai-nilai tersebut di lembagakan menjadi sebua Ad Dien (katakanlah agama), maka jadilah berfirqah-firqah (banyak faham). Ada Islam Sunni dan syi’ah. Lebih menukik lagi jadilah Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Ahmadiyah, hingga jadilah semodel Front Pembela Islam.

Ini menjadi hukum keilmuan, bahwa ketika nilai nilai yang universal itu di wujudkan kedalam bentuk kelembagaan sosial, seperti institusi agama, maka jadilah hal tersebut yang spesifik. Kebenarannya menjadi tidak universal lagi. Khas. Nah mulai dari sinilah awal terjadinya koflik terjadi. Claim kebenaran itu ada pada interpretasinya masing-masing. Padahal tafsir itu lahir oleh frame of references dan field of experiences. Jadi tiap orang maupun tiap kelompok pasti berbeda beda.

Persoalanya kemudian adalah, apa yg perlu kita lakukan untuk menghindari konflik permanen ini? Apakah yang harus di bubarkan itu adalah Front Pembela Islam, NU, Muhammadiyah, Akhmadiyah, atau lembaga agamanya? Supaya kemudian kita kembali kepada Islam yang rahmatan lil alamin.

Advertisements

3 thoughts on “Ketika Islam Universal Menjadi Spesifik

  1. Persoalanya kemudian adalah, apa yg perlu kita lakukan untuk
    menghindari konflik permanen ini? == Mengingatkan presiden,menko polkam dan menteri agama agar bekerja.
    Lah ada kelompok yang jelas jelas makar, kok malah dilegalisasikan…opo tumon…?

  2. ‘PERADABAN ‘INTERMEDIATE’.

    [1] :: Karakter Originalita & Pengalaman2 Multi-Kultural Peradaban Islam Periode 850-1250M ::

    1. Sejarahwan dan Islamolog Prof M. Arkoun dari Un. Paris-Sorbonne menyitir S.D Goitein_, periode emas Islam 850-1250 M adalah peradaban ‘intermediate’_, bukan ‘intermedier’ [bukan perantara].

    2. Terlihat karakter pradominasi klas menengah nan sejahtera dalam sistim ekonomi ‘kebebasan berusaha’ dan pengaruh dari sains grek yang merasuki materi maupun kejiwaan periode itu.

    3. Disebut ‘peradaban intermediate’ periode emas itu oleh karena Islam menjadi_:

    (a) ‘Intermediate’ peradaban antara ‘hellenisme’ dan ‘Renaissance’_,

    (b) ‘Intermediate’ karakter antara kebudayaan sangat sekuler periode teraQir Romawi dan dunia kleriQal total Europa medieval_,

    (c) ‘Intermediate’ ruang geopolitika antara Europa-AfriQa dan India-China.

    4. Islam sebagai ‘peradaban intermediate’ untuk pertama kali dalam sejarah dunia_, telah membentuk suatu iQatan kultural yang kuat antara semua bagian dari Dunia-Kuno.

    5. Definisi istilah ‘peradaban intermediate’ Islam itu_, merujuQ pada originalita baik dari pengalaman kejiwaan dalam wilayah kulturel tertentu_, maupun dari ragam iQatannya komposit pada pengalaman2 masa lalu, kontemporer dan masa datang kemudian.

    OJaLa__ ! @TIK :::

    • ‘PERADABAN ‘INTERMEDIATE’.
      [1] :: Karakter Originalita & Pengalaman2 Multi-Kultural Peradaban Islam Periode 850-1250M :: 1. Sejarahwan dan Islamolog Prof M. Arkoun dari Un. Paris-Sorbonne menyitir S.D Goitein_, periode emas Islam 850-1250 M adalah peradaban ‘intermediate’_, bukan ‘intermedier’ [bukan perantara]. 2. Terlihat karakter pradominasi klas menengah nan sejahtera dalam sistim ekonomi ‘kebebasan berusaha’ dan pengaruh dari sains grek yang merasuki materi maupun kejiwaan periode itu. 3. Disebut ‘peradaban intermediate’ periode emas itu oleh karena Islam menjadi_: (a) ‘Intermediate’ peradaban antara ‘hellenisme’ dan ‘Renaissance’_,(b) ‘Intermediate’ karakter antara kebudayaan sangat sekuler periode teraQir Romawi dan dunia kleriQal total Europa medieval_, (c) ‘Intermediate’ ruang geopolitika antara Europa-AfriQa dan India-China. 4. Islam sebagai ‘peradaban intermediate’ untuk pertama kali dalam sejarah dunia_, telah membentuk suatu iQatan kultural yang kuat antara semua bagian dari Dunia-Kuno. 5. Definisi istilah ‘peradaban intermediate’ Islam itu_, merujuQ pada originalita baik dari pengalaman kejiwaan dalam wilayah kulturel tertentu_, maupun dari ragam iQatannya komposit pada pengalaman2 masa lalu, kontemporer dan masa datang kemudian :: OJaLa__ ! @TIK :::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s