Ternyata New Zealand Lebih Islami dp Indonesia

Sebuah penelitian sosial bertema ”How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140., dikutip dari kompas.com

Sebenarnya tidak perlu terkejut membaca hasil penelitian tersebut, karena memang Islam di indonesia, hanya besar dalam pikiran kita saja. Realitanya justru di luar perkiraan semua. Perhatikan Pemilu tahun 1955, hasil raihan kumulatif dari partai-partai yang berideologi Islam hanya sekitar 30% lebih sedikit. Kalah telak oleh PKI yang memenangkan raihan suara, pada pemilihan putaran kedua hampir disemua tingkat pemilihan Daerah. Di era orde baru, partai Islam, seperti NU, SI, MI dan Perti berfusi menjadi PPP, suaranya tiap pemilu malah terus turun. Pada Pemilu 2014, tinggal PPP yang masih membawa bendera islam. PKS, sudah menjadi partai terbuka. Sementara PKB, akan semakin ditinggalkan oleh publiknya.

Peneltian tersebut dengan mengajukan ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat, hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.

Arti dari semua ini adalah, ternyata nilai-nilai keimanan itu dalam tanda kutip, tidak otomatis serta merta melahirkan tata nilai yang Islami. Tetapi pada bangsa-bangsa yang telah berperadaban “maju”, seperti German atau Jepang, justru disanalah tumbuh sistem nilai yang Islami, minus keimanan tersebut. Ini dibuktikan oleh sejumlah Kiai yang diminta untuk memahami, bagaimana kehidupan bangsa-bangsa tersebut, dilihat dari kacamata ke islaman.

Selanjutnya, saya kutip lagi tulisan dari kompas.con sbb : Para ustaz dan kiai itu difasilitasi untuk melihat dari dekat kehidupan sosial di sana dan bertemu sejumlah tokoh. Setiba di Tanah Air, hampir semua mengakui bahwa kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah. Masyarakat terbiasa antre, menjaga kebersihan, kejujuran, suka menolong, dan nilai-nilai Islam lain yang justru makin sulit ditemukan di Indonesia.

Pernyataan serupa pernah dikemukakan Muhammad Abduh, ulama besar Mesir, setelah berkunjung ke Eropa. ”Saya lebih melihat Islam di Eropa, tetapi kalau orang Muslim banyak saya temukan di dunia Arab,” katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s