Catatan Penting Evaluasi PilPres 2014

Ketika tidak ada partai yang mendapatkan jumlah suara “presidential threshold” yang di syaratkan sebesar 20%, maka yg menentukan Capres justru partai2 kecil.Ini permainan jadi kaya gini ya? Partai yang paling tinggi raihan suaranya, tetapi tidak memenuhi syarat tersebut, lalu mencari partner koalisi, yang kemarin pada waktu pemilu legislatitif adalah nyata-nyata lawan politiknya. Ini martabatmu dimana?. Yang lebih aneh lagi adalah, partai yg hanya mendapat suara 10%, kemudian berusaha ingin mencalonkan presiden dari partainya sendiri. Bukan kan ini menapikan suara rakyat yang banyak mendukung ke partai lain? Kau hianati?

Inilah potret system perpolitikan di negeri ini. Tidak merasa kalau kita sedang melaksakan system yang chaos yang di buat sendiri. Gambaran bahwa undang-undang yang mengatur hingga kejadian situasinya seperti ini, adalah produk dari ketidak cerdasan. Tidak sadarkah? Atau mau terus lanjut  sampai anak bangsa beradu berdarah-darah, seperti yang sedang kita saksikan di daerah-daerah, karena pro dan kontra hasil penghitungan suara!?.

Bendera partai-partai yang berwarna warni itu, tidak lagi dikibarkan  layu-redup karena keharusan berkoalisi, hanya untuk kekuasaan semata-mata. Sementara rakyat pada waktu menentukan pilihan, justru melihat warna-warni yang disukainya itu, walau terselubung rakyatpun di beli untuk menentukan pilihannya.

Last but not least, undang-undang yang mengatur bagaimana rakyat bisa menjadi pemimpin, tak mampu melahirkan calon pemimpin yang dapat dipilih oleh rakyat tanpa resiko. Maksudnya, bila rakyat memilih siapa saja, tanpa ada resiko apapun, karena yang dipilih adalah manusia-manusia the best among the best.

Bangsa ini perfect dalam segala hal!? Truly gambling.