Food Diplomacy

Suatu hari, di Forth Worth – Texas, kami bertemu dengan delegasi dari Italy, Jepang, China dan negara yg sister citiy lainya dengan Forth Worth. Giliran delegasi dari Italy, memperkenalkan negaranya, yg mereka bawa adalah seorang Chef. Lalu, kemudian kami menikmati masakan Chef tersebut, maka terkagum-kagum lah semua yang hadir, karena lezatnya masakan tersebut.

Menlu Mochtar Kusumaatmadja, sempat melontarkan gagasan, ingin memperkenalkan semur daging Lidah Sapi, kepada dunia, karena di nilai nya, barangkali ini masakan yang lezat  juga kali yah.

Idea dan pengalaman saya tersebut, kemudian sampai juga kepada teman-teman saya, hingga pada suatu saat, muncullah gagasan, kalau acara di Pinang-Malaysia pada pertemuan antara delegasi Propinsi Jawa barat dengan Pemerintah Daerah Pinang nanti, akan menghidangkan Sundanese Foods.

Makanan yang sdh disipakan, seperti biasa, ala sunda, Nasi, Sayur asam, lalapan, sambal, ikan asin dan goreng ayam, ada juga daging, plus goreng tahu tempe. Rupanya  yang memasak memang chef Indonesia dari Jawa Barat tetapi yang menghidangkan semua pelayan Chinese.

Nah, yang terjadi served nya ala chinese food; Pertama yg mereka keluarkan adalah lalapan dan sambel, kami delegasi jawa barat tidak langsung makan, karena tahu harus menunggu dulu nasi dan lauk pauknya keluar . Sementara undangan orang Pinang yang hadir malam itu, bingung tidak tahu, bagaimana tata aturan memakannya, yg ada baru lalapan dan sambel. Tidak lama kemudian, makanan yang belum di makan itu, di ambil lagi oleh para pelayan, lalu mengeluarkan sayur asam dan tahu tempe goreng. Kami sempat makan, karena sup sayur asam memang enak juga di gado.

Tapi setelah semua item makanan keluar dan kemudian di ambil kembali setelah di cicipi dan sebagian ada yang makan, apa boleh buat-karena memang kami pada lapar,  yang keluar terahir adalah justru nasi putih…dikira Chahan kali yah, Duh.. ini Sundanese served ala Chinese kali yah…!!!