Dialektika Bulan-Bulan Suci

IMG_20150616_153753

Pada saat terjadi dialektika dalam pikiran saya, lalu sampai kepada pertanyaan yang belum dapat terjawab; “Kenapa Tuhan menjadikan kurun waktu tertentu sebagai sangat dan teramat teristimewa, seperti bulan ramadhan pada agama Islam, dan hari hari tertentu pada agama-agama yang lain”. Padahal kita mafhum, kalau system penanggalan itu, bukan kreasi Tuhan. Manusialah yang membuat model penanggalan. Solar system menjadi dikenal sebagai system kalender Masehi dan lunar system di kita dikenal sebagai system penanggalan Hijriyah. Walaupun China, pun Jepang, telah lama sebelum Islam menetapkan kalender Hijriyah, telah menggunakan system calendar lunar itu.

Lalu, ini artinya bahwa apakah Tuhan ikut dengan system yang di buat oleh manusia itu tadi? Sehingga penetapan waktu waktu-waktu istimewa itu ada pada kedua system calendar tersebut.

Atau, pikiran lain adalah, bahwa saat Tuhan menetapkan waktu Istimewa “sayidus suhur – syahrul ramadhan” itu, manusia telah menetapkan system calendar tersebut!.

Apabila memang demikian, betapa malangnya manusia yang hidup di jaman sebelum penetapan waktu-waktu istimewa tersebut, mereka tak mendapatkan privilege dari sang Maha Pencipta, seperti keheibatan bulan ramadhan yang “dapat menghapuskan seluruh dosa-dosa yang diperbuatnya di waktu yang lewat-gufirallahu mataqadamat min dzanbihi”.

Dhaif

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s