Menggugat Pikiranku Sendiri

Seperti kata Tuhan sendiri, kalau dirinya itu adalah: telah bersabda Rasululloh saw: “telah berfirman Allah swt, “Aku adalah sebagaimana prasangka hambaku kepadaku, …………. Hadits riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi dari Imam Ibnu Majah (hadits Qudsi no 15).

Sekarang kita bisa menerawang apa yang ada dalam benak para jamaah haji, yang datang berbondong-bondong dari berbagai pelosok bumi ke Mekkah almukaramah-Baitullah, untuk memenuhi undangan-Nya. Semua sungguh berharap besar akan mendapat sesuatu perubahan dan keajaiban-keajaiban (mabruraan), yang pada ujungnya adalah “laesalahu jajaun illal jannah”.

Tapi apa hendak di kata, berbagai senandung harapan-harapan itu (do’a), sirna oleh hempasan badai pasir yang dahsyat sekali, dan hujan yang lebat serta menyebabkan runtuhnya crane yang menimpa tamu-tamu Allah itu, hingga ratusan jamaah haji celaka dan bahkan tewas!. Prasangka baik, khusnudon itu, di balasnya dengan melapetaka.

Tak ada lagi kata-kata untuk menyembunyikan rasa kekecewaan diri, kecuali menyatakan bahwa perisitiwa ini sangat menyedihkan, memilukan dan bahkan mengerikan!!!. Saya ragu mengimani hadist qudsi itu dan saya inkar.

Kok bisa ya, yang Maha tahu itu, tidak faham kalau mereka sedang datang memenuhi undangan-Nya? Kok yang Maha itu, tidak dapat mendengar jeritan lantunan harapan-harapannya yang tiap detik mereka dawuhkan?

Tuhan di zona ini, sedang di tertawakan oleh Tuhan-tuhan yang ada di zona lain, mereka seolah-olah sedang berteriak dan menertawakan terbahak bahak : “kamu tidak bisa menahan crane sekalipun, apalagi membendung badai.

Kini aku berprasangka seperti ini “engkau tidak maha apapun”!!!

Advertisements

2 thoughts on “Menggugat Pikiranku Sendiri

  1. Tuhan Maha-apapun, tidak perlu di-besar2kan. Tuhan bukan penjilat yang akan jingkrak2kegirangan kalau di PUJI.
    Maka kejadian di Mekkah itu juga bukan karena amarah Tuhan atau kelalaian Tuhan.
    Kejadian duniawi, salah kalkulasi dll.
    Hujan badai pasirpun sering terjadi dikawasan gurun. Hal yang biasa, natural.
    Maka janganlah manusia menafsirkan yang tidak2. Capek mendengarnya tauk!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s