Kualitas Suatu Karya Tulis – Belajar dari penulis Jepang

tiangSaya pernah keliling ke bebarapa provinsi di Indonesia bagian timur, bersama teman Jepangku Makoto Baba San, 65 tahun. Baba san sedang merencanakan menulis bukunya yang ke 4. Ia bermaksud menulis kisah seorang Musician terkenal di Jepang pada saat perang dunia ke II, Ishijiro namanya. Ishijiro pernah datang ke beberapa provinsi di Indonesia menghibur tentara Jepang yang berada di Indonesia. Tempat tempat itu antara lain disamping ke Jakarta, Makasar, Kupang, Surabaya juga Malang. Ketempat-tempat itulah saya dan Baba-san napak tilas.

Selama dalam perjalanan, saya menyempatkan menggali berbagai pengalaman manulis bukunya. Saya korek apa saja rahasiah-rahasiahnya. Dan apa yang dia cari, setelah saya sempat bingung selama mendampinginya, mengikuti rute perjalanan Ishijiro san.

Kita pergi ke berbagai museum perjuangan. Menemui dan mewawancarai Ono-san, ex tentara Jepang yang membelot ke Republik Indonesia. Juga pergi ke Desa Pujon di Kab. Malang, untuk mencari informasdi yang sudah tak ada lagi bekas-bekasnya, karena itu terjadi 67 tahun yang lalu. Tetapi tetap beliau ingin kunjungi lagi.

Saya  sampaikan, bahwa potret rumah yang ia maksud, sudah tidak ada di Desa Pujon, tetapi beliau meminta saya untuk tidak menemaninya selama 2 jam. “Biarkan saya mau keliling desa ini sendiri”, katanya kepada saya.

Begitu juga waktu kami melewati Jembatan Merah di Surabaya, beliau meminta pergi sendiri menelursuri sepanjang jalan dimana Jembatan Merah terbaring.

Ketika sampai di Kupang, NTT, saya ajak beliau makan sea food di pinggir pantai. Baba san kelihatan sangat bahagia sekali. Kemudian dia katakan, saya senang bisa sampai di Kupang, karena tidak terlalu banyak orang jepang yang datang ke sini, lanjutnya.

Disitu barulah saya terus terang kepadanya, sebanarnya apa sich Baba  san maksud kedatangan anda ke Indonesia ini? tanya saya. Kan banyak waktu yang tersita, uang yang tidak kecil, cetusku. Dia tertawa dan tersenyum sambil mengatakan kepada saya; ” saya tidak akan menulis perjalanan ini hingga satu halaman, tetapi satu kalimat saja sudah cukup, namun saya mendapatkan feeling suasananya”. That is a quality, ali san, sahutnya!.

Beberapa bulan kemudian, buku tebal yang di tulis dalam kanji itu, dikirim kepada saya, padahalaman introdution tertulis nama saya dalam huruf katakana, menyampaikan ucapan terima kasih kepada saya.

 

Advertisements

One thought on “Kualitas Suatu Karya Tulis – Belajar dari penulis Jepang

  1. Umat Islam marah karena huruf Arab yang berevolusi dari huruf Hewbrew – huruf Nabatean – huruf Nabatean-Arab – huruf Arab (yang tertua yang pernah dijumpai bertarikh 651 M dalam bentuk batu tulis) sudah dianggap huruf suci. Banyak orang yang merasa kurang kaffah berislam jika nama “Allah” dan “ASW” tidak ditulis dengan huruf Arab modern seperti yang dapat kita lihat dalam al-Qur’an (pada hal sekiranya, sekali lagi sekiranya, para Sahabat bangkit dari kuburnya, mereka tidak bisa lagi membaca huruf Hijaiyah sekarang karena sudah sangat berbeda dengan huruf Kristen-Koptik atau Siriak/Kuffik yang menjadi huruf al-Qur’an pada awal-awal penulisannya), sehingga (mungkin) mereka telah menganggap huruf Arab itu huruf suci. Jadi para penyanjung huruf Arab ini hanya berasyik-asyik sendiri. Dengan demikian, huruf Arab sebagai sarana penulisan al-Qur’an (bukan kitab al-Qur’annya) ini pantang diletakkan pada tempat yang lebih rendah (secara fisik) dari buku-buku berhuruf non-Arab lainnya dan tidak boleh berada di tempat yang tidak pantas, misalnya jadi kertas kiloan yang kemudian dijadikan bahan pembuat benda lain, misalnya, trompet, atau pembungkus kacang (si pelaku asal Surabaya(?) terpaksa mendekam dalam penjara). Sayangnya, orang lain pun harus ikut cara mereka. Sungguh suatu kaum yang otoriter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s