Dilarang Bertanya Tentang Tuhan Kristen dan Tuhan Islam

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah melarang kita untuk bertanya atau memikirkan tentang DzatNya, bersabda, ” Berpikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan jangan sekali-kali engkau berpikir tentang Dzat Allah”. Selanjutnya, beliau bersabda “…Janganlah kalian berpikir tentang Dzat Allah, tapi pikirkanlah ciptaan-Nya.…” (HR Ahmad dan Ath-Thabarani).

Para ulama mengatakan “Berpikirlah kalian tentang ciptaan Allah dan jangan sekali-kali berpikir tentang Dzat Allah, sebab memikirkan tentang Dzat Allah akan menggoreskan keraguan dalam hati”.

Rupanya sabda rosulullah itu, menurut hemat saya, terinspirasi dengan keterangan dalam bible, seperti ini:

Lukas 4:12 : “New International Version Jesus answered, “It is said: ‘Do not put the Lord your God to the test.'” New Living Translation Jesus responded, “The Scriptures also say, ‘You must not test the LORD your God.'” English Standard Version And Jesus answered him, “It is said, ‘You shall not put the Lord your God to the test.’

Terjemahan bebasnya, ya nggak usah nguji-nguji tentang tuhanmu, begitu saja.

Saya kemudian bertanya, mengapa kedua Tuhan ini, Tuhan umat Kristen dan Tuhan Umat Islam, begitu sulit untuk dapat di fahami, bahkan umat-umatnya, di wanti-wanti supaya sema sekali tidak memikirkan tentang dzatnya, tetapi boleh tentang ciptaan-Nya saja, yang boleh kita renungkan dan fikirkan. Lebih dari itu kedua Tuhan itu, bahkan tidak mampu menjelaskan, tentang dirinya.

Dalam sebuah hadist qudshi, malah di sebutkan seperti ini ; ” Hadits diriwayatkan dari Abi Hurairah, beliau berkata, telah bersabda Rasululloh saw: “telah berfirman Allah swt, “Aku adalah sebagaimana prasangka hambaku kepadaku, dan aku bersamanya ketika dia mengingatku, dan jika hambaku mengingatku dalam sendirian maka aku mengingatnya dalam diriku, dan jika hambaku mengingatku dalam sebuah kelompok, maka aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompok tersebut, dan jika dia mendekatiku sejengkal, aku mendekat kpdnya sehasta, jika dia mendekatiku sehasta, mk aku mendekatinya satu depa, jika dia mendatangiku dg berjalan, mk aku mendatanginya dg berjalan cepat” Hadits rwyt Bukhari, Muslim, Tirmidzi dari Imam Ibnu Majah (hadits Qudsi no 15).”.

Hadist ini saya bisa jelaskan, bagaimana Tuhan menyerahkan persepsi tentang dirinya, sesuai dengan kemampuan dan persepsi masing-masing yang meyakininya. Bebas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s