BABI PANGGANG REKOMEN PRESIDEN

TAK ADA RAKYAT YG SALAH FAHAM

Dalam Ilmu Komunikasi/Journalisme, ada ditemui istilah “Unintended Consequences”, antara lain disebabkan oleh “faktor semantic”. Yaitu feed back yg datang justru bertentangan dg apa yg diharapkan. Penyebabnya itu tadi “semantic factor”. Apa itu? diksi message nya yg bermakna ganda, bertentangan dengan local values, furthermore melawan keyakinan orang.

Siapa yang salah? Bila terjadi hal tersebut, adalah absolutely salah communicatornya. Mustami (communicant), tidak boleh disalahkan (can do no wrong). Begitu fatsun-nya.Nah, apalagi sekelas Presiden, yg katanya dikenal si lugu, pemimpin yg merakyat itu, saya memahinya, justru sebagai orang yg faham the living values dari rakyat kebanyakan.

Mengapa dengan mudahnya kita bisa menjuduge beliau, seperti yg sekarang sedang semarak viral terjadi, karena hal seperti ini seringkali terjadi; Salah Judgment, tidak membaca apa yg Ia teken, mancle mencle dalam banyak hal, dan terkenal dengan dustanya itu.

Que exendit sine labore, exendit sine honore, “siapa yang naik panggung lalu ngomong tidak akurat, akan turun tanpa kehormatan

Sudah diluar batas, presiden mengatakan, bahwa karena tidak bisa mudik, bila rindu kepada kulinernya, pesan saja melalui online, kemudian disebutlah salah satu makanan khas Kalimantan Barat “Bipang Ambawang” atau Babi Panggang Kampung, silahkan simak selengkapnya :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s