SRIWIJAYA AIR CRASHED

Such a heart breaking news that Sriwijaya Air has lost contact after 4 minutes took off from Jakarta Airport leaving for Pontianak. And has confirmed it crashed.

I am sending My deepest condolences to the passengers and crews of Sriwijaya Air Jakarta – Pontianak.

Here my another story of telling my imagination of how to survive from aircraft crashed. I have a T-Bosiet certificate, was to be able to fly off shore by helicopter as required in all over the world.

To get the certificate, we must get 3 days training in certified training school, and costs you USD 1300. My purpose to have the certificate was, as a journalist, I had to fly with Chopper, in SaumLaki, to coverage the Japanese LNG Rigs’s project.

What I want to share here is, how can we save ourselves, if the plane crashes into the sea (ditching). During my training, I failed, I couldn’t get out from the sinking chopper, because my safety belt didn’t open. Just in my second tried, I passed.

So, I can imagine the passengers of Sriwijaya Airplane that crashed and I can not write my feeling precisely instead of a horrible things.

It had just took off for 4 minutes, the engine was still full of power, then lost contact/crashed.

There have already some evidences, fragments of the victim’s clothes were found. The plane crashed or exploded in the air

APA YG DITAKUTKAN DONALD TRUMP?

Dalam perundang-undangan America, Presiden yang melakukan tindak pidana kriminal, dan yang mendukungnya, akan diancam dengan hukuman penjara selama 20 tahun. Seditious Conspiracy.

Inilah yang akan menakutkan Donald Trump. Maka salah satu cara untuk menghindari itu adalah :

1. Mengundurkan diri.

Bila ini tidak dilakukan, maka UU lain, Amendment 25th, akan digunakan, untuk :

2. Mengusir Donald Trump dari Gedung Putih, yang terakhir adalah tindakan yg kedu kalinya (yg pertama gagal mendapatkan suara terbanyak), yaitu

3. Impeachment (pemakjulan) lagi.

Inilah pilihan-pilahan yang tersedia dalam waktu kurang dari 2 Minggu kedepan.

BELAJAR DARI KASUS DONALD TRUMP

BELAJAR DARI NEGARA MAJU, Yang paling menarik disimak adalah berbagai tindakan Presiden Donald Trump, sebenarnya kepada siapa? Ia tiDak bisa mempengaruhi, Lembaga-Lembaga yang ada di Pemerintahannya sendiri.

Apa artinya itu?

Lembaha-lembaga yang ada di Executive, Judicative, mereka bekerja, diatur oleh aturan hukum, bukan komando dari seorang Presiden. Sehingga teriakan Trump yang menuding Dia direbol suaranya, sepanjang baseless, tidak ditindak lanjuti oleh lembaga-lembaga terkait.

Capitol Hill diserbu oleh pendemo, awalnya menyuarakan ketidak adilan. Tetapi akhirnya melakukan tindakan chaos dan anarkis. Sekarang harus berhadapan dengan hukum. Biden mengatakan mereka itu, tidak merefleksikan rakyat Amerika, bahkan hingga disebut sebagai Teroris Domestik. Begitu juga Trump. Pada akhirnya Ia mengatakan, kelakuan mereka harus dibayar dg hukum.

Yg paling menarik, selang 2 minggu perpindahan kepemimpinan mereka, muncul suara dari para Senators dan Parlemen, untuk mengusir Trump dari Gedung Putih dan bahkan mengimpeachednya. Dan suara untuk yang setuju untuk pemazulan Trump yaitu 230 (Demokrat) berbanding 190 (Republik) yang menolaknya.

Bahkan Wapres Pence, mulai bersebrangan dengan Trump.

Kita tunggu, selanjutynya

TUHAN PUN AKAN KU LAWAN

Makin terus ditekan, akan makin kuat seimbang melawan. Itulah, dalil melawan sikap arogansi Pemerintah, dalam menangani kemelut FPI. Karena salah treatment. Adalah proses hukum sosial. Berlaku umum, terjadi dimana-mana. Coba saja perhatikan, bagaimana kemudian gerakan selanjutnya.

Teringat kasus Bom Bali, semua terorristnya ditangkap, tidak dihabisi sebelum proses Hukum. Clear. Tetapi tidak kepada 6 anggota FPI yang mati ditembak Polisi. Mereka bukan terrorist.

Sekarang ditambah dengan pelarangan aktifitasnya, dikepung oleh SKB 6 Menteri : “Pengajian, Sholat berjamaah, Maulid Nabi, evakuasi Bencana Alam, dll”. Apakah yang seperti ini, yang dilarang? Atau mungkin hal ini dianggap tindakan kriminal. Silahkan pelakunya diseret keranah hukum.

Lantas apa kaitannya, bila hal itu dianggap kriminal, orangnya yang harus diadili, tetapi organisasinya yang dilarang, dengan dalih legal standing (administrative), tapi mereka tidak faham constitutional standing (Human Right).

Bila Tuhan-pun dendam seperti ini, mungkin manusiapun akan murtad, lalu kemudian akan melawannya.

Karena yang tidak lazim dinegeri yang menganut system demokrasi, adalah Pemerintahan yang otoriter!!!

MENYOAL MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU BAGI MUSLIM

Fanatisme yang melahirkan salah laku, menyebabkan Islam menjadi salah wujud, dipandang dari kacamata non muslim. Islam yang rachmatan lil alamin, jadi sesuatu yang menakutkan, menyeramkan dan bahkan tidak sedikit melahirkan Islamphobia.

“Ya ayyuhal ladzina amanut taquLlaha wal tandhur nafsun ma qaddamat lighod, wattaquLlah innAllaha khobirun bima ta’malun” begitu bunyi Surat Al Hasyr ayat 18. Allah menyapa orang-orang yang beriman, bertaqwa agar ‘tandhur nafsun’ bercermin dari suatu hal yang telah dilakukan dengan ‘ma qaddamat lighod’, apa yang akan terjadi esok. Lalu perintah Allah untuk bertaqwa dan Diapertegas sifatnya sebagai Yang Maha Mengetahui apa yang dilakukan hambaNya

Kembali ke judul, jadi mengucapkan Selamat Tahun Baru, tidak ada larangan. Tapi dari ayat diatas, tersirat bahwa setiap ada event pergantian, maka hendaknya kita berperilaku cerdas, yaitu selalu cermat memahami apa yang telah terjadi, ada mengambil manfaat, apa yang akan dilakukan diawaktu yang akan datang, supaya mendapat sesuatu yang lebih baik.

Itu saja, Happy New Year, Bless you all

PASCA PELARANGAN FPI

Bagaimana dan apa yang dilakukan oleh aparat, setelah FPI dilarang oleh Pemerintah, Silahkan simak disini, senang bila anda menyampaikan kata hatinya, pada kolom komentar, enjoy your video :

SUPAYA IMAN ITU TIDAK HILANG

Mukadimah tulisan ini, dengan mengutip hadist dhaif dibawah, supaya kemudian saya bisa menulis focus keurusan Iman itu, silahkan simak :

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ مِنْ أَكْمَلِ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَلْطَفُهُمْ بِأَهْلِهِ ».

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda kesempurnaan iman seseorang ditunjukkan dengan kebagusan akhlak dan sikap lemah lembut pada keluarga.” (HR. Tirmidzi, no. 2612 dan Ahmad, 2: 47. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if)

Nah, faham bukan. Bahwa Iman itu, bukan mustahil akan hilang dari diri kita. Karena itu tidak sedikit orang yang tadinya beriman menjadi murtad. Tidak beriman lagi.

Apa penyebabnya?

Pasal pokoknya, karena iman itu diajarkan tanpa alasan. Tanpa difahamkan. Tidak peduli apakah dapat dimengerti atau tidak. Misalnya, kita diwajibkan mengimani, katakanlah iman itu disini diartikan sempit, yaitu Percaya. Kita diajari untuk percaya, “umpamanya bahwa dipohon itu ada syaitannya”. Lalu kita sertamerta mempercayainya, kemudian timbul rasa takut. Tetapi dalam proses perjalanan waktu, tidak terbukti sama sekali, bahwa dalam pohon itu ada syaithonnya. Dan serta merta pula, Iman terhadap pohon yang ada syaithonnyapun, hilang.

Jadi harus bagaimana?

Begini. Kata Iman itu, karena memerlukan rangkaian kata berikutnya, seperti sesuatu kata yang menjelaskan yg tidak ada (ghaib), atau yang illogical (non sense) dan kata yang sejenisnya. Disinilah persoalannya. Ketika dirasakan adanya, maka keimanannya akan naik, tetapi bila tidak terasa, maka kadar keimanannyapun akan turun. Melemah. Karena itu harus selalu diperbaharui. Di Charged. Jadi iman itu naik dan turun.

Bila Premisnya seperti tadi, maka ajaran Iman itu harus dihindari. Diganti dengan ajaran dan methodologi yang premisnya pasti. Misalnya 1+1 = 2. Bila ini difahami atau dimengerti, maka sampai kapanpun disodorkan dalil baru apapun misalnya, 1+1 = 3, pasti orang tidak akan percaya, dan tetap mengerti atau faham bahwa 1+1 = 2.

Jadi, menjelaskan Tuhan, jangan diajarkan dengan metode keimanan, tetapi difahamkan logikanya, supaya tidak akan pernah terjadi murtad lagi. Apa itu “mengerti”. Logical. dst

Nah, hadist dhaif diatas itu, buat saya shahih!!!